Sebuah Cinta Tanpa Kata

Dari awal hubungan, sepasang kekasih ini sudah tidak disetujui oleh pihak keluarga wanita. Hal ini karena latar belakang si pria yang bukan dari keluarga yang mereka inginkan status sosial dan pendidikannya.

Sebuah Cinta Tanpa Kata

Pihak keluarga wanita selalu mengatakan bahwa apabila sang wanita tetap berhubungan dengan kekasihnya itu, maka dia akan menderita seumur hidupnya.

Di bawah tekanan keluarga sang wanita, mereka tetap menjalin hubungan dan tetap sering bertemu. Kenyataannya si wanita sangat mencintai pria kekasih meskipun keluarganya sangat tidak menyukai kekasih pilihannya itu.

Tetapi setiap si wanita menanyakan kepada kekasihnya "Seberapa besar cintamu kepadaku?", Sang pria hanya diam seribu bahasa tanpa pernah menjawabnya.

Sang pria bukanlah lelaki yang pandai berbicara dan inilah yang selalu menyebabkan si wanita sering marah, tetapi seperti biasanya sang pria hanya diam seribu bahasa.

Beberapa tahun kemudian, sang pria menyelesaikan sekolahnya dan memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya di luar negeri, Sebelum pergi dia melamar si wanita, kekasihnya itu, "Aku tidak pandai berbicara, tetapi yang aku tahu adalah aku sangat mencintai kamu.

Jika kamu mengijinkan aku, aku akan menjagamu sepanjang hidupku seperti keluargamu menjagamu. Aku akan melakukan yang terbaik untukmu. Maukah kamu menikah denganku?"

Sang wanita menerima lamaran kekasihnya itu dan setuju untuk menikah, begitu juga dengan keluarganya. Jadi sebelum sang pria berangkat ke luar negeri, merekapun bertunangan.

Sang wanita akhirnya bekerja di saat sang pria melanjutkan sekolahnya di luar negeri.

Mereka saling mengirimkan surat dan berbicara melalui telephone. Meskipun itu berat, tetapi keduanya tidak pernah putus asa dan tetap melanjutkan hubungan jarak jauh.

Suatu hari, ketika sang wanita sedang dalam perjalanan ke tempat kerja, dia tertabrak mobil yang melaju kencang dan ketika sang wanita sadar dia melihat orangtuanya ada di samping tempat tidur.

Sang wanita menyadari bahwa dia menderita kecelakaan yang hebat. Melihat ibunya menangis dia berusaha menenangkannya, tetapi, ternyata tidak ada satu suarapun yang keluar dari mulutnya.

Sang wanita kehilangan suaranya!

Dokter mengatakan bahwa itu adalah akibat dari kecelakaan yang dialami sang wanita dan menyebabkan dia kehilangan suaranya untuk selamanya. Orang tuanya berusaha untuk menghiburnya tetapi sang wanita sudah terlanjur terluka.

Selama perawatan di rumah sakit yang dia lakukan hanyalah menangis dan menangis tetapi tidak ada suara apapun yang terdengar, yang ada hanyalah airmata. Setelah dia sembuh, semuanya kembali seperti sedia kala.

Tidak ada yang berubah, kecuali dering telpon yang tidak bisa dia terima lagi.

Sang wanita tidak bermaksud memberitahukan kabar buruk tersebut kepada sang pria. Dia hanya menulis surat kepada kekasihnya dan mengatakan bahwa dia tidak akan menunggu lebih lama lagi dan memutuskan hubungann pertunangan mereka.

Dia juga mengirimkan kembali cincin pertunangan mereka. Sang pria, kekasihnya berusaha mengirimkan surat dan menanyakannya berkali2 alasannya, tetapi tidak pernah mendapatkan jawaban.

Kaluarga sang wanita akhirnya memutuskan untuk pindah kota, berharap bahwa sang wanita akan melupakan kesedihannya dan bisa kembali bahagia. Di tempat yang baru, sang wanita belajar bahasa isyarat dan memulai hidup baru dan mengatakan kepada dirinya sendiri bahwa dia harus melupakan sang pria.

Suatu hari teman si wanita datang dan memberitahukan kepadanya bahwa sang pria telah kembali dari luar negeri. Wanita itu meminta kepada temannya untuk tidak memberitahukan apa yang telah terjadi kepada mantan kekasihnya itu.

Dan sejak saat itu sang wanita tidak pernah mendengar berita apapun mengenai sang pria.

Setahun berlalu, teman sang wanita datang kembali mengunjunginya dengan membawa sebuah surat undangan dari sang pria. Ketika dia membuka surat undangan tersebut sang wanita terkejut karena melihat namanya tercantum sebagai mempelai wanita.

Ketika sang wanita akan menanyakan kepada temannya mengenai hal tersebut, dia melihat sang pria telah berdiri di sebelah temannya itu. Sang pria menggunakan bahasa isyarat dan berbicara kepadanya, "Aku menghabiskan waktuku selama setahun untuk belajar bahasa isyarat.

Hanya untuk memberitahukan kepadamu bahwa aku tidak melupakan janjiku kepadamu. Ijinkan aku menjadi suaramu. Aku mencintai kamu". Sambil menyelipkan kembali cincin pertunangan mereka ke jari kekasihnya. Akhirnya sang wanita kembali tersenyum bahagia.

Buat teman-teman...Bersyukurlah, apabila kita mempunyai pasangan hidup yang sangat mencintai kita apa adanya. Dan sadarilah, bahwa ada orang yang sangat mencintai anda seburuk apapun anda. Janganlah membuang waktu anda hanya untuk mencari yang lain2, tetapi luangkanlah waktu anda untuk orang yang sangat perduli dengan anda.

Posting Komentar

0 Komentar